VEDIC MATHEMATIC

SHULBASUTRA ( स्हुळ्बसुत्र )  VEDIC MATHEMATIC

Shulbasutra ( स्हुळ्बसुत्र ) merupakan model-model matematika paling awal, dan tentunya pada mulanya digunakan untuk tujuan keagamaan. Pada dasarnya mereka dimasukkan sebagai sisipan dari Kalpasutra untuk aspek ritual (Shrauta), yang memperlihatkan model-model paling awal dari ilmu aljabar. Pada intinya mereka berisikan rumus-rumus matematika untuk merancang berbagai bangunan altar tempat pemujaan dalam ritual Veda. Sehingga orang orang pada saat itu sudah memiliki kemampuan matematika yang tinggi ini terlihat dari pemahaman astronomi jaman dulu yang menakjubkan ini adalah bukti dari pengusaan matematika orang orang Hindu adalah penemu dari sebuah bilangan bilangan dan seorang kritikus asal Jerman Schelegel mengatakan bahwa “sistem desimal yang sama pentingnya dengan penemuan sistem huruf adalah hal yang paling penting dalam penemuan umat manusia adalah penemuan yang dicapai oleh orang Hindu”

Kemudian  W.W HunterKepada orang orang Hindu kita berhutang atas simbol angka desimal, angka India 1 sampai 9 adalah bentuk singkat dari huruf inisial dari  angka itu sendiri dan nol atau 0 melambangkan huruf pertama dalam kata sansekerta, “Sunya”, orang Arab meminjam simbol ini dari orang Hindu dan menyebarkannya ke Eropa” ( Imperial Gaze, hal 219 India )

Berikut ini angka yang dimaksud dalam bahasa latin Devanagari memiliki sepuluh bentuk angka. Kesepuluh bentuk tersebut dapat di paparkan dalam kolom berikut;

Sansekerta
Moderen 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tentang kapan Shulbasutra disusun seperti dijelaskan oleh N.S. Rajaram dalam Vedic and The Origin of Civilization (hal.139), adalah sekitar 2000 B.C. Tetapi, setelah memperhitungkan data astronomi sejak Ashvalayana Grihyasutra, Shatapantha Brahmana, dll, saat penyusunannya bisa dibawa jauh kebelakang mendekati 3000 B.C., mendekati saat terjadinya Perang Mahabharata dan penyusunan naskah-naskah Veda lainnya oleh Srila Vyasadeva. Penemu pertama kalkulus modern adalah orang India bernama Bhaskaracarya (1150 A.D.), dimana orang-orang mengira itu merupakan kontribusi dari Newton atau Liebnitz. Penggunaan aljabar, trigonometri, kwadrat dan akar pangkat tiga juga pertama kali dimulai di India. Formulasi istimewa angka “0”, merupakan hasil pemikiran ilmiah luar biasa bangsa India, yang memungkinkan terjadinya banyak kemajuan di bidang matematika yang kita miliki sekarang ini. Dan adalah Aryabhatta (497 A.D.) yang menghitung “phi” sebesar 3,1416. Banyak metode matematika tersebut bertebaran di dalam naskah-naskah seperti Shatapatha Brahmana, Baudhayanasutra, dan lain-lain.

Konsep Aljabar dalam orang Hindu kuno memahami akar dan resolusi umum persamaan dari tingkat ke dua. Aljabar dikembangkan dengan astronomi jadi bisa bisa diasumsikan bahwa aljabar telah dipakai sekitar 3000 – 2500 S.M. Rsi Bhaskaracarya menulis buku Siddhanta siromani, berisikan tentang aljabar dan aritmatika. Pembagian lingkaran olehnya sangatlah menakjubkan untuk analisa menitnya yang adalah sebagai berikut;

60 Vikalpa ( detik )     –  Satu Kala ( menit )

60 Kala                        –  Satu Bhaga ( derajat )

30 Bhaga                     –  Satu Rasi ( tanda bintang )

12 Rasi                         –  Satu Bhagana ( revolusi )

Sehingga Model-model matematika Veda jauh lebih maju dibandingkan dengan matematika yang ditemukan pada masa-masa awal peradaban bangsa Yunani, Babylonia, Mesir, atau Cina. Ternyata, rumusan geometri yang dikenal sebagai theorema Pythagoras dapat ditelusuri ke Baudhayana, bentuk Shulbasutra paling awal dari masa sebelum abad kedelapan B.C. Hal ini merupakan konfirmasi bahwa para filsuf bangsa Yunani kuno mendapatkan inspirasinya dari India. Ternyata, Prof. R.G. Rawlinson menyatakan, “Hampir semua teori, kepercayaan, filsafat, dan matematika, yang diajarkan oleh Pythagoras sudah dikenal di India pada abad keenam B.C”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s